Sekilas Tentang Kampung Inggris Pare Kediri

Sekilas Tentang Kampung Inggris Pare Kediri
Sekilas Tentang Kampung Inggris Pare Kediri

Kampung Inggris Pare Kediri : Untuk kamu yang belum tahu, mungkin begitu mendengar Kampung Bahasa Inggris kamu akan langsung membayangkan kampung tempat para bule tinggal dan para penduduknya selalu menggunakan bahasa Inggris saat bercakap-cakap. Atau, kamu bisa jadi juga membayangkan kampung yang semua penduduknya – anak-anak, dewasa, lansia, sampai tukang bakso – super lancar berbicara dalam bahasa Inggris.

Sebenarnya, bayangan seperti itu benar, tapi tidak sepenuhnya – setidaknya di Kampung Inggris Pare, yang terkenal di Indonesia sebagai Kampung Bahasa Inggris pertama di Tanah Air, dan barangkali adalah satu-satunya. Dan supaya kamu tidak ikut-ikutan keliru memahami apa itu Kampung Bahasa Inggris, yuk simak ulasannya berikut ini!

Mengenal Kampung Inggris Pare

Nama ini merupakan sebuah julukan yang diberikan bagi sebuah kawasan permukiman yang lokasinya ada di sepanjang Jalan Kemuning, Jalan Anyelir, dan Jalan Brawijaya yang terletak di Desa Tulungrejo dan Desa Singgahan, Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur. Walaupun mendapatkan julukan Kampung Bahasa Inggris, kawasan ini sebenarnya ditinggali oleh orang Indonesia asli, lho! Kalaupun ada bule ya hanya satu atau dua orang, alias jumlahnya tidak banyak.

Kalau begitu mengapa namanya jadi dikenal sebagai Kampung Bahasa Inggris? Alasannya adalah karena memang benar para penduduknya menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi, namun bukan karena bahasa Inggris adalah bahasa utama mereka. Justru mereka malah sedang belajar bahasa Inggris di kampung tersebut. Jadi, sudah terbayang apa sebenarnya Kampung Bahasa Inggris di Pare, Kediri tersebut?

Betul, Kampung Bahasa Inggris mendapatkan nama julukannya itu karena di sana banyak terdapat lembaga kursus bahasa Inggris yang didirikan, yang jumlahnya sampai ratusan. Saking banyaknya, kawasan kampung ini seolah sudah jadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Tanah Air lho Guys! Makanya, ada banyak orang yang bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris di kawasan ini, karena mereka adalah guru maupun murid dari berbagai lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris Pare ini. Artinya, mereka juga sebenarnya masih tetap menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi sehari-hari, kok.

Awal Mula Kampung Inggris Pare

Kalau begitu, mengapa kawasan pemukiman tersebut bisa berkembang jadi Kampung Bahasa Inggris, ya? Hal ini tak lepas dari peran seorang pria bernama Kallen dan lembaga kursus bahasa Inggris yang pertama kali ia dirikan di sana, yaitu Basic English Course (BEC).

Dulunya, BEC punya fasilitas yang sangat terbatas karena lokasinya hanya berada di teras masjid. Soalnya, BEC pada mulanya didirikan untuk membantu anak-anak penduduk sekitar yang ingin belajar bahasa Inggris. Seiring dengan berjalannya waktu, BEC pun diperbolehkan untuk menggunakan rumah, sampai akhirnya bisa memiliki bangunan sendiri. Hal ini tak lepas dari kepopuleran BEC yang terdengar sampai ke luar kota karena banyak anak didiknya yang mampu menunjukkan hasil berkualitas setelah belajar bahasa Inggris dari Pak Kallen.

Akibatnya, banyak orang yang berduyun-duyun datang untuk ikut belajar bahasa Inggris di BEC. Saking banyaknya, sampai-sampai gedung BEC tak lagi mampu menampung para calon murid baru. Kondisi ini lantas mendorong perkembangan lembaga-lembaga kursus baru yang didirikan oleh para lulusan BEC untuk memenuhi permintaan yang semakin membludak.

Meski begitu, tidak semua alumni BEC memilih untuk mendirikan lembaga kursus dan mengajar. Soalnya, ada juga yang memilih untuk menjalankan usaha warung, berjualan bakso, atau membuka bisnis fotokopian karena perkembangan Kampung Inggris Pare yang benar-benar sudah seperti kawasan kampus sehingga tak pernah sepi. Barangkali inilah alasan mengapa kamu berpikiran kalau di kampung ini sampai tukang bakso dan soto pun bisa berbahasa Inggris, karena kira-kira memang begitulah adanya!

3 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*